Menguasai teknik arsir dan gradasi adalah salah satu teknik dasar menggambar dengan pensil. Arsir gradasi akan membantu ketajaman mata Anda agar mengenal tingkat intensitas cahaya sehingga dapat melihat daerah terang dan gelap suatu obyek. Latihan arsir gradasi juga sangat membantu ketika Anda membuat bayangan dari suatu obyek.

Berlatih teknik arsir gradasi dapat Anda mulai dengan membuat satu baris kotak. Jumlahnya bebas terserah Anda seperti gambar di bawah ini. Kemudian arsirlah setiap kotaknya dengan satu jenis ukuran pensil. Contoh kotak pertama diarsir dengan pensil 6H, kemudian kotak kedua diarsir dengan pensil 2H, dan seterusnya. Ketika mengarsir semua dilakukan dengan tekanan yang sama. Lihat perbedaan intensitas gelap terang yang dihasilkan setiap pensil.
Arsir Pensil 1a
Berbagai macam arsir dengan beberapa jenis pensil yang berbeda, ketika mengarsir pensil diberi tekanan yang sama.
Kemudian arsir gradasi dapat dihasilkan dengan cara lain yaitu buatlah beberapa baris kotak seperti gambar di bawah ini. Lalu Anda menggunakan beberapa jenis pensil, misalnya pensil 2H, 3B, dan 6B. Arsirlah baris kotak bagian atas dengan pensil 2H, kemudian arsirlah setiap kotaknya dengan tingkat tekanan pensil yang berbeda. Lihat intensitas gelap terang yang dihasilkan dengan pensil 2H. Kemudian arsirlah baris kotak bagian tengah dengan pensil 3B, dan berikan tekanan yang berbeda pada setiap kotaknya. Begitu pun dengan baris kotak bagian bawah diarsir dengan pensil 6B dengan tekanan yang berbeda.
Arsir Pensil 1b
Contoh berbagai macam arsir dan gradasi dengan menggunakan 3 jenis pensil yang berbeda yaitu 6H, 3B dan 6B. Hanya masing-masing pensil diberi tekanan yang berbeda.  
Arsir gelap dengan tekanan paling kuat yang dihasilkan pensil 2H bisa hampir menyamai kualitas arsir pensil 3B, begitu pun dengan pensil 3B dengan tekanan yang kuat bisa menyamai intensitas arsir gelap 6B. Dengan sedikit memberi tekanan, intensitas arsir yang dihasilkan pensil 3B bisa menyamai dengan intensitas arsir pensil 2H. Lakukan dengan berbagai macam jenis pensil lainnya sehingga tingkat kepekaan Anda pada intensitas cahaya dan gelap terang pada suatu obyek meningkat.
Latihan selanjutnya buatlah kotak dengan berbagai ukuran dan bentuk yang sudah mengalami distorsi. Kemudian komposisikan kotak-kotak tersebut. Anda juga dapat membuat komposisi bentuk dengan menggunakan bentuk dasar lainnya seperti lingkaran, segitiga, dan sebagainya. Anda dapat mengkomposisikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan cara yang berbeda. Cobalah membuat berbagai macam sketsa lainnya, carilah berbagai ide komposisi bentuk lainnya, dan pilihlah sketsa yang Anda suka.
Arsir-Pensil-1
1. Setelah membuat sketsa komposisi bentuk kotak, persiapkanlah berbagai jenis ukuran pensil, saya menggunakan pensil ukuran 6H, 2H, F, 3B, 6B, dan 8B.
Arsir-Pensil-2
2. Langkah awal saya menggunakan pensil 6H untuk mengarsir beberapa bagian kotak. Arsir menggunakan pensil 6H untuk mengarsir daerah yang terang. 
Arsir-Pensil-3
3. Kemudian saya menggunakan pensil 2H untuk mengarsir bagian kotak lainnya. 
Arsir-Pensil-4
4. Setelah itu saya menggunakan pensil F untuk mengarsir daerah kotak lainnya.
Arsir-Pensil-5
5. Dilanjutkan dengan pensil 3B untuk mengarsir pada daerah yang gelap. 
Arsir-Pensil-6
6. Setelah itu saya menggunakan pensil 6B pada daerah yang lebih gelap.  
Arsir-Pensil-7
7. Langkah akhir saya menggunakan pensil 8B sehingga arsir antara daerah yang terang dan gelap sangat kontras.
Anda dapat melihat pada gambar diatas dengan memberikan arsir gelap dan terang maka pada komposisi kotak terlihat ada suatu volume atau kedalaman.
Pada saat Anda menggambar suatu obyek Anda akan mengerti bahwa hanya dengan memberikan arsir gradasi gelap terang, maka obyek tersebut terlihat mempunyai volume dan intensitas cahaya yang berbeda.